Mengenal Striktur Uretra yang Sering Menyerang Laki – Laki

Mengenal Striktur Uretra yang Sering Menyerang Laki – Laki

Begini Cara Penanganan Striktur Uretra

Mengenal Striktur Uretra yang Sering Menyerang Laki – Laki – Striktur uretra adalah kondisi penyempitan uretra yang menghambat aliran urine. Kondisi ini umumnya terjadi pada pria. Namun dalam kondisi yang jarang, striktur uretra juga dapat terjadi pada bayi yang baru lahir dan pada wanita.

Uretra adalah saluran yang mengalirkan urine dari kandung kemih, untuk kemudian di keluarkan dari tubuh. Kondisi uretra yang menyempit bisa menyebabkan berbagai masalah medis pada saluran urine, termasuk peradangan atau infeksi.

Tugas utama uretra pada laki-laki maupun perempuan adalah membuang urine ke luar tubuh. Tabung tipis ini juga punya peran penting dalam ejakulasi untuk laki-laki. Saat bekas luka dari pembengkakan, cedera, atau infeksi menghalangi atau memperlambat aliran urine dalam tabung ini, itu di sebut sebagai striktur uretra atau urethral stricture.

Untuk mengenal lebih jauh tentang kondisi medis yang umumnya menyerang laki-laki ini, simak pembahasannya berikut ini sampai tuntas, ya.

1. Apa itu striktur uretra?
Sulit Buang Air Kecil dan Nyeri? Waspadai Striktur UretraStriktur uretra mengacu pada fibrosis kronis dan/atau penyempitan rongga dalam pembuluh (lumen) uretra. Bergantung pada tingkat keparahan striktur, aliran urine mungkin terpengaruh atau bisa juga tidak. Penyakit ini dikaitkan dengan berbagai derajat fibrosis pada spongiosum.

Striktur uretra adalah istilah yang diterapkan untuk penyempitan abnormal uretra anterior, sedangkan American Urologic Association lebih memilih istilah stenosis untuk penyempitan uretra posterior, yang kekurangan spongiosum. Striktur uretra secara signifikan lebih sering terjadi pada laki-laki dewasa maupun anak laki-laki. Kondisi ini jarang terjadi pada perempuan. Uretra bulbar adalah yang paling sering terdampak.

2. Jenis striktur uretra
Sulit Buang Air Kecil dan Nyeri? Waspadai Striktur Uretra

Terdapat empat jenis striktur uretra yang paling umum yaitu:

  • Iatrogenik: striktur yang disebabkan oleh perawatan medis untuk kondisi yang berbeda
  • Idiopatik: penyebab striktur tidak diketahui
  • Inflamasi: infeksi atau masalah lain yang menyebabkan peradangan di uretra
  • Traumatis: kerusakan uretra akibat cedera dan menyebabkan striktur, misalnya patah tulang panggul
3. Gejala striktur uretra
Sulit Buang Air Kecil dan Nyeri? Waspadai Striktur Uretra

Sederhananya, uretra itu seperti selang. Jika ada tekukan atau penyempitan di sepanjang selang, tidak peduli seberapa pendek atau panjangnya, aliran akan berkurang. Jika penyempitan cukup sempit untuk menurunkan aliran urine, tentu akan menimbulkan gejala.

Masalah pada buang air kecil, infeksi saluran kemih, dan pembengkakan atau infeksi prostat bisa terjadi. Penyumbatan parah yang berlangsung lama bisa merusak ginjal. Menurut keterangan American Urological Association, beberapa gejalanya adalah:

  • Urine berdarah atau gelap
  • Darah dalam air mani
  • Aliran urine lambat atau menurun
  • Aliran urine bercabang
  • Nyeri saat berkemih
  • Sakit perut
  • Uretra bocor
  • Infeksi saluran kemih
  • Pembengkakan pada pedis
  • Kehilangan kendali kandung kemih
4. Penyebab striktur uretra
Sulit Buang Air Kecil dan Nyeri? Waspadai Striktur Uretra

Striktur uretra melibatkan penyempitan uretra. Ini biasanya disebabkan oleh peradangan jaringan atau adanya jaringan parut Jaringan parut bisa disebabkan oleh banyak faktor. Laki-laki muda yang menjalani operasi hipospadia (prosedur untuk memperbaiki uretra yang kurang berkembang) dan laki-laki yang memiliki implan penis memiliki peluang lebih tinggi untuk mengembangkan striktur uretra.

Cedera straddle adalah jenis trauma umum yang dapat menyebabkan striktur uretra. Contohnya adalah jatuh di bar sepeda atau tertabrak di area yang dekat dengan skrotum.

Kemungkinan penyebab striktur uretra lainnya meliputi:

  • Patah tulang panggul
  • Penyisipan kateter
  • Radiasi
  • Operasi pada prostat
  • Hiperplasia prostat jinak

Dalam kasus yang langka, striktur uretra bisa terjadi karena:

  • Tumor yang terletak di dekat uretra
  • Infeksi saluran kemih yang tidak diobati atau berulang
  • Penyakit menular seksual seperti gonore atau klamidia
5. Faktor risiko striktur uretra
Sulit Buang Air Kecil dan Nyeri? Waspadai Striktur Uretra

Sejumlah faktor yang meningkatkan risiko berkembangnya infeksi dan cedera yang dapat menyebabkan jaringan parut atau pembengkakan uretra, yang mengakibatkan striktur uretra. Faktor risikonya meliputi:

  • Serangan uretritis yang sering (radang uretra)
  • Jenis kelamin laki-laki
  • Banyak pasangan seksual, yang meningkatkan risiko penyakit menular seksual
  • Berpartisipasi dalam olahraga tanpa mengenakan alat pelindung di area genital yang dapat menyebabkan cedera straddle. Contohnya bisbol atau bersepeda
  • Penggunaan kateter urine dalam waktu lama
  • Bekas luka setelah tindik alat kelamin
  • Pembedahan atau instrumentasi yang melibatkan struktur saluran kemih bagian bawah
6. Diagnosis striktur uretra
Sulit Buang Air Kecil dan Nyeri? Waspadai Striktur Uretra

Dokter akan bertanya seputar gejala yang dialami, riwayat penyakit, serta prosedur medis yang pernah dilakukan untuk menentukan faktor risiko.

Selain itu, akan dilakukan juga pemeriksaan fisik sederhana di area penis untuk mengidentifikasi adanya penyempitan saluran kemih. Misalnya, dokter akan bisa dengan mudah mengamati kemerahan (atau keluarnya uretra) dan mencari tahu apakah satu atau lebih area yang keras atau bengkak.

Untuk memastikan diagnosis striktur uretra, dokter juga mungkin akan melakukan satu atau beberapa tes berikut ini:

  • Mengukur laju aliran saat buang air kecil
  • Menganalisis sifat fisik dan kimia urine untuk menentukan apakah terdapat bakteri (atau darah)
  • Cystoscopy: memasukkan tabung kecil dengan kamera ke dalam tubuh untuk melihat bagian dalam kandung kemih dan uretra (cara paling langsung untuk memeriksa penyempitan)
  • Mengukur ukuran lubang uretra
  • Tes untuk klamidia dan gonore
7. Pengobatan striktur uretra
Sulit Buang Air Kecil dan Nyeri? Waspadai Striktur Uretra

Pengobatan striktur uretra akan ditentukan oleh temuan pada prosedur pencitraan. Pilihan pengobatannya meliputi:

  • Dilatasi uretra
  • Uretrotomi internal
  • Rekonstruksi uretra

Dengan striktur pendek, dilatasi uretra atau uretrotomi internal dapat dicoba terlebih dahulu. Di bawah anestesi umum, uretra di perlebar menggunakan serangkaian instrumen yang secara bertahap lebih besar dan sistoskopi. Uretrotomi adalah saat cystoscope di gunakan dengan alat khusus untuk memotong cincin jaringan parut dan membuka area yang tersumbat. Setelah itu, kateter uretra biasanya ditinggalkan di uretra selama 3-5 hari.

Masalah yang umum dari dilatasi atau uretrotomi adalah kembalinya striktur, tetapi dalam beberapa kasus prosedur ini dapat mengatasi masalah tersebut. Biasanya akan ada darah dalam urine untuk jangka waktu tertentu setelah prosedur dilakukan atau prosedur apa pun di saluran kemih.

Jika dilatasi atau uretrotomi gagal dan striktur kembali, rekonstruksi uretra mungkin diperlukan untuk mendapatkan hasil yang tahan lama dalam hal pembukaan uretra. Dalam beberapa kasus, uretra direkonstruksi dengan membuang jaringan parut, lalu menjahit kembali ujung uretra (uretroplasti).

Bila hal ini tidak memungkinkan, uretra bisa dibangun kembali dengan menggunakan lapisan bagian dalam pipi atau lipatan kulit dari penis atau skrotum. Prosedur ini adalah jenis uretroplasti yang berbeda. Dengan metode ini, uretra dapat direkonstruksi dalam banyak kasus dengan tingkat keberhasilan jangka panjang yang baik.

8. Pencegahan striktur uretra
Sulit Buang Air Kecil dan Nyeri? Waspadai Striktur Uretra

Striktur uretra tidak selalu bisa dicegah. Namun, tetap ada beberapa langkah pencegahan untuk mengurangi risikonya, seperti:

  • Bila harus memasang kateter sendiri, gunakan pelumas jeli dan pakai kateter paling kecil untuk jangka waktu sesingkat mungkin
  • Gunakan pengaman saat beraktivitas seksual untuk mencegah penularan klamidia dan gonore
  • Tidak berhubungan seksual dengan partner yang memiliki infeksi
  • Lakukan pemeriksaan penyakit menular seksual secara rutin, termasuk klamidia dan gonore, dan dapatkan penanganan yang tepat

Melakukan langkah pencegahan untuk cedera panggul, seperti mengenakan alat pelindung yang sesuai saat olahraga, juga bisa membantu mencegah striktur uretra.

Itulah fakta-fakta seputar striktur uretra. Lakukan pencegahan dengan cara-cara di atas. Bila mengalami gejala-gejala yang mengarah ke kondisi ini, segera periksakan diri ke dokter agar bisa diperiksa secara menyeluruh dan menerima perawatan yang sesuai.