Penggunaan Kantong Plastik Telah Dibatasi di Banda Aceh

Penggunaan Kantong Plastik Telah Dibatasi di Banda Aceh

Sepinya Banda Aceh di Hari Pertama Ramadhan, Toko Tutup-Jalanan Lengang

Penggunaan Kantong Plastik Telah Dibatasi di Banda Aceh – Sampah plastik sudah menjadi kekhawatiran masyarakat dunia. Semua menyatakan perang terhadap sampah plastik. Sebab hidup tanpa plastik ternyata lebih sehat. Karena berbagai aktivitas manusia yang tidak bertanggung jawab, bumi mengalami  kerusakan lingkungan hidup. Jika tidak di rawat kembali, bumi bisa tambah rusak dan tidak nyaman di tinggali. Untuk itu, kampanye go green semakin banyak di lakukan.

Go Green merupakan tindakan atau perbuatan yang di tujukan untuk menyelamatkan bumi dari segala kerusakan akibat ulah manusia, di mana cara penyelamatannya di lakukan dengan program yang lebih menitikberatkan pada penghijauan lingkungan. Terdapat empat konsep Go Green yang biasa di sebut dengan 4R, yaitu reduce, reuse, recycle, dan replace.

Sejumlah wilayah telah berkomitmen membatasi penggunaan kantong plastik sekali pakai melalui penerbitan peraturan daerah. Meski begitu, implementasi dari aturan tersebut di nilai masih lemah sehingga tujuan pengurangan timbulan sampah plastik tidak tercapai optimal.

Banda Aceh mulai melakukan pembatasan penggunaan kantong plastik. Hal itu tertuang dalam Peraturan Wali Kota Nomor 111 tahun 2020 tentang Pembatasan Penggunaan Kantong Plastik di Supermarket, Swalayan dan Mall. Menindaklanjuti aturan tersebut, Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan dan Keindahan Kota (DLHK3) Banda Aceh pun mensosialisasikan pembatasan penggunaan kantong plastik kepada warga.

Sosialisasi di lakukan di salah satu pusat perbelanjaan modern di Kota Banda Aceh, Aceh pada Kamis (10/6/2021). “Ini sesuai Peraturan Wali Kota Nomor 111 tahun 2020 tentang Pembatasan Penggunaan Kantong Plastik,” kata Kepala Seksi Teknologi Pengelolaan Sampah DLHK3 Banda Aceh, Rosdiana, pada Kamis (10/6/2021).

1. Membatasi penggunaan kantong plastik
Perwal Kota Banda Aceh: Setiap Senin Dilarang Pakai Kantong Plastik untuk  Belanja

Sejumlah petugas dari DLHK3 Banda Aceh memberikan edukasi sambil membagikan tas berbahan kain kepada warga yang hendak berbelanja. Langkah ini dilakukan guna mengajak warga untuk mengurangi penggunaan kantong plastik sebagai wadah pembawa barang belanjaan. Hal ini mengingat Indonesia dikatakan Rosdiana, merupakan negara kedua di dunia setelah Tiongkok yang menghasilkan sampah terbesar dan berakhir di laut. “Agar dapat melakukan pembatasan penggunaan kantong plastik. Jadi beralih lah ke tas ramah lingkungan,” ujarnya.

2. Kegiatan serupa pernah di terapkan namun berhenti karena tidak ada kekuatan hukum
Ayo Belanja Cantik Tanpa Kantong Plastik!

Rosdiana menyampaikan, kegiatan yang pihaknya lakukan hari ini bukanlah kali pertama dilaksanakan. Kegiatan serupa diakui pernah dilakukan pada Februari 2016 bertepatan dengan Hari Peduli Sampah Nasional. Akan tetapi sempat terhenti dan tahun ini kembali diterapkan. “Tetapi karena belum adanya payung hukum maka hanya bisa bertahan lebih kurang enam bulan, yaitu pada Oktober 2016 berhenti,” kata Rosdiana.

3. Selain kena denda, setiap Senin akan diterapkan hari tanpa plastik

Banda Aceh Larang Gunakan Kantong Plastik Setiap Senin

Guna mengurangi penggunaan kantong plastik dan meminimalisir sampah, bagi warga yang berbelanja akan di kenakan biaya Rp500 jika menggunakan plastik. “Seandainya ada pembeli yang tidak membawa tas belanja sendiri, akan dikenakan biaya per kantong plastik Rp500,” ucap Rosdiana.

Ia juga menambahkan, sesuai Peraturan Wali Kota Nomor 111 tahun 2020, di Kota Banda Aceh bakal menerapkan satu hari tanpa ada kantong plastik. “Ya, itu pada Hari Senin. Itu semua sudah ada peraturannya dari wali kota. Artinya pihak penjual tidak menyediakan kantong plastik pada Hari Senin,” imbuhnya.