Mengenal Lebih dalam Tentang Fibroid Uterine dan Penyebabnya

Mengenal Lebih dalam Tentang Fibroid Uterine dan Penyebabnya

Jangan Percaya 6 Mitos Menstruasi Ini – DPPKBPMD Bantul

Mengenal Lebih dalam Tentang Fibroid Uterine dan Penyebabnya – Menstruasi merupakan proses keluarnya darah dari vagina yang terjadi di akibatkan siklus bulanan alami pada tubuh wanita. Siklus ini merupakan proses organ reproduksi wanita untuk bersiap jika terjadi kehamilan. Persiapan ini di tandai dengan penebalan dinding rahim (endometrium) yang berisi pembuluh darah.

Normalnya menstruasi atau haid berlangsung selama 3-8 hari, dengan perdarahan yang banyak pada dua hari pertama lalu semakin sedikit. Perempuan dengan haid yang normal juga mungkin mengalami sedikit bercak, kram perut yang bisa mudah diatasi, atau kembung yang hilang setelah haid selesai. Namun, ini tidak terjadi pada perempuan dengan fibroid uterine.

Fibroid uterus merupakan pertumbuhan jaringan otot rahim yang bukan kanker. Fibroid dapat berkisar dalam jumlah dan ukuran dari satu pertumbuhan hingga beberapa pertumbuhan dan dari sangat kecil hingga besar. Sebanyak 70 hingga 80 persen dari semua wanita akan memiliki fibroid pada usia 50 tahun. Istilah medis untuk fibroid adalah leiomyoma atau mioma. Fibroid dapat menyebabkan gejala yang sangat ringan, tidak ada sama sekali, atau gejala bisa parah.

Perempuan dengan fibroid uterine—juga di kenal sebagai uterine fibroiduterine leiomyomas, fibroid rahim, atau mioma uteri—memiliki menstruasi yang berat dan tidak teratur, bisa mengalami haid yang berlangsung lebih dari delapan hari, dengan lebih dari 2-3 hari perdarahan hebat. Selain adanya gumpalan darah, fibroid uterine juga bisa menyebabkan bercak darah di antara siklus haid.

1. Apa itu fibroid uterus?
Menstruasi Lebih Lama dari Biasanya? Waspadai Gejala Fibroid Uterine

Fibroid uterine adalah tumor jinak (bukan kanker) yang paling umum pada rahim. Fibroid adalah tumor otot polos yang di temukan di dinding rahim. Mereka dapat berkembang di dalam dinding rahim itu sendiri atau menempel di sana. Mereka mungkin tumbuh sebagai tumor tunggal atau dalam kelompok.

Selain itu, Fibroid uterine merupakan tumor panggul jinak yang paling umum pada perempuan, walaupun prevalensinya mungkin diremehkan karena banyaknya perempuan dengan kondisi ini yang tidak memiliki gejala. Perkiraan prevalensinya berkisar dari 4,5 hingga 6,8 persen, tergantung populasi penelitian dan metodologi diagnostik.

2. Jenis fibroid uterine
Menstruasi Lebih Lama dari Biasanya? Waspadai Gejala Fibroid Uterine

Klasifikasi fibroid uterine bergantung pada lokasinya di dalam rahim, yaitu:

  • Fibroid subserosal: ini adalah jenis paling umum, yakni ketika fibroid tumbuh di luar rahim ke arah rongga panggul
  • Fibroid intramural: fibroid ini tumbuh di dalam dinding rahim, tepatnya di dalam lapisan otot rahim
  • Fibroid submukosal: fibroid ini tumbuh di lapisan tepat di bawah lapisan endometrium rahim dan mungkin tumbuh ke dalam rongga rahim
  • Fibroid bertangkai (pedunculated fibroids): jika pangkalnya ada di lapisan subserosa, biasanya tumor akan tumbuh di luar rahim ke arah rongga panggul. Namun, jika pangkalnya ada di lapisan submukosa, tumor akan berkembang ke arah rongga rahim. Jenis ini melekat di dinding rahim dengan bergelantungan pada seutas tangkai jaringan
3. Gejala fibroid uterus
Menstruasi Lebih Lama dari Biasanya? Waspadai Gejala Fibroid Uterine

Gejala akan bergantung pada banyaknya tumor yang dimiliki serta lokasi dan ukurannya. Sebagai contoh, pada fibroi submukosal bisa menyebabkan perdarahan haid yang berat dan sulit hamil. Bila ukuran tumor sangat kecil dan penderitanya akan mengalami menopause, mungkin gejala tidak dirasakan.

Fibroid mungkin akan mengecil selama dan setelah menopause. Ini karena perempuan yang dalam proses menopause mengalami penurunan kadar estrogen dan progesteron, yang mana kedua hormon tersebut dapat menstimulasi pertumbuhan fibroid.

Beberapa gejala fibroid uterine mungkin termasuk:

  • Perdarahan berat atau banyak antara atau selama siklus haid yang terdapat gumpalan darah
  • Nyeri di panggul atau punggung bawah
  • Peningkatan keinginan untuk buang air kecil
  • Nyeri saat berhubungan seks
  • Menstruasi yang berlangsung lebih lama dari biasanya
  • Tekanan atau rasa penuh pada perut bagian bawah
  • Pembengkakan atau pembesaran perut
4. Apa penyebabnya?
Menstruasi Lebih Lama dari Biasanya? Waspadai Gejala Fibroid Uterine

Dokter tidak tahu penyebab fibroid uterine, tetapi penelitian dan uji klinis menunjukkan faktor-faktor ini:

  • Perubahan genetik. Banyak fibroid mengandung perubahan di gen yang berbeda dari yang ada di sel otot rahim normal.
  • Hormon. Estrogen dan progesteron adalah dua hormon yang dapat menstimulasi perkembangan lapisan rahim selama setiap siklus menstruasi sebagai persiapan untuk kehamilan, tampaknya dapat memicu pertumbuhan fibroid. Fibroid mengandung lebih banyak reseptor estrogen dan progesteron daripada sel otot rahim normal. Fibroid cenderung menyusut setelah menopause karena penurunan produksi hormon.
  • Faktor pertumbuhan lainnya. Zat yang membantu tubuh memelihara jaringan, seperti faktor pertumbuhan mirip insulin, dapat memengaruhi pertumbuhan fibroid.
  • Extracellular matrix (ECM). ECM adalah material yang membuat sel saling menempel, seperti adukan semen di antara batu bata. ECM meningkat pada fibroid dan membuatnya berserat. ECM juga menyimpan faktor pertumbuhan dan menyebabkan perubahan biologis dalam sel itu sendiri.

Dokter percaya bahwa fibroid uterine berkembang dari berkembang dari sel induk di jaringan otot polos rahim (miometrium). Sebuah sel membelah berulang kali, akhirnya menciptakan massa yang kuat dan kenyal yang berbeda dari jaringan di sekitarnya. Pola pertumbuhan fibroid uterine bisa berbeda-beda, bisa tumbuh perlahan maupun cepat, atau ukurannya bisa terus sama.

Beberapa fibroid mengalami percepatan pertumbuhan, dan beberapa mungkin menyusut dengan sendirinya. Banyak fibroid yang muncul saat hamil kemudian menyusut atau hilang setelah kehamilan, karena rahim kembali ke ukurannya normalnya.

5. Faktor risiko fibroid uterus
Menstruasi Lebih Lama dari Biasanya? Waspadai Gejala Fibroid Uterine

Dirangkum dari beberapa sumber, ada beberapa faktor risiko yang dapat berperan dalam membuat seseorang mengembangkan fibroid, meliputi:

  • Obesitas dan kelebihan berat badan
  • Riwayat fibroid uterine dalam keluarga
  • Tidak memiliki anak
  • Haid pertama muncul terlalu dini
  • Keterlambatan menopause
  • Ras kulit gelap
  • Defisiensi vitamin D
  • Pola makan tinggi daging merah dan rendah sayuran, buah, dan produk susu
  • Peminum alkohol
6. Diagnosis fibroid uterine
Menstruasi Lebih Lama dari Biasanya? Waspadai Gejala Fibroid Uterine

Pada kebanyakan kasus, fibroid pertama kali ditemukan saat perempuan melakukan pemeriksaan rutin ke penyedia layanan kesehatan. Fibroid bisa dirasakan selama pemeriksaan panggul dan bisa ditemukan selama pemeriksaan ginekologi atau perawatan prenatal. Deskripsi gejala seperti perdarahan haid yang hebat dan gejala terkait lainnya umumnya akan membuat dokter mencurigai fibroid uterine dan selanjutnya melakukan pemeriksaan.

Ada beberapa tes yang bisa dilakukan untuk memastikan adanya fibroid uterine dan menentukan ukuran serta lokasinya, yang meliputi:

  • Ultrasonografi (USG)
  • MRI
  • CT scan
  • Histeroskopi
  • Hysterosalpingography (HSG)
  • Sonohysterography
  • Laparoskopi
7. Pengobatan fibroid uterus
Menstruasi Lebih Lama dari Biasanya? Waspadai Gejala Fibroid Uterine

Tak semua perempuan dengan fibroid uterine butuh pengobatan. Ini bergantung pada apakah fibroid yang tumbuh menyebabkan masalah atau tidak. Tidak semua fibroid tumbuh. Bahkan, yang berukuran besar pun mungkin tidak menyebabkan gejala apa pun, dan kebanyakan akan menyusut setelah menopause. Meski begitu, ukuran fibroid tetap harus dipantau secara rutin, khususnya bila mengembangkan gejala seperti perdarahan atau nyeri. Kamu dianjurkan setidaknya untuk menjalani pemeriksaan panggul setiap tahun.