Bahaya Minyak Kelapa Bagi Kulit Jika Digunakan Sembarangan

Bahaya Minyak Kelapa Bagi Kulit Jika Digunakan Sembarangan

Peneliti Sebut Minyak Kelapa Sebagai Racun Murni, Kenapa Ya?

Bahaya Minyak Kelapa Bagi Kulit Jika Digunakan Sembarangan – Minyak kelapa adalah minyak yang di buat dari bahan baku kelapa segar, di ambil minyaknya atau kernel-nya, di proses dengan pemanasan terkendali atau tanpa pemanasan sama sekali, tanpa bahan kimia dan RDB.

Penyulingan minyak kelapa seperti di atas berakibat kandungan senyawa-senyawa esensial yang di butuhkan tubuh tetap utuh. Minyak kelapa murni dengan kandungan utama asam laurat ini memiliki sifat antibiotik, anti bakteri dan jamur.

Minyak kelapa murni, atau lebih di kenal dengan Virgin Coconut Oil (VCO), adalah modifikasi proses pembuatan minyak kelapa sehingga di hasilkan produk dengan kadar air dan kadar asam lemak bebas yang rendah, berwarna bening, berbau harum, serta mempunyai daya simpan yang cukup lama yaitu lebih dari 12 bulan.

Apa pun jenisnya, kulit membutuhkan pelembap untuk membantu mencegah kehilangan air. Minyak kelapa merupakan salah satu minyak alami yang sering di gunakan sebagai memenuhi kebutuhan tersebut. Itulah kenapa banyak produk perawatan kulit yang menggunakannya sebagai komponen penyusun.

Meskipun sejumlah orang telah mengklaim merasakan manfaat dari minyak kelapa untuk kulit, kenyataannya, penggunaan minyak alami tersebut tak selalu bagus. Kamu mungkin bertanya-tanya, mengapa demikian? Nah, supaya tidak makin penasaran, mari kita simak penjelasan berikut ini!

1. pH minyak kelapa terlalu basa untuk kulit

Kulit memiliki pH alami tertentu yang tak baik jika di ganggu. Paparan minyak kelapa pada kulit dapat memperburuk dermatitis atopik karena nilai pH-nya yang tinggi atau terlalu basa. Faktanya, sabun dan deterjen merupakan salah satu pemicu umum dermatitis pada tangan dan dapat memicu munculnya eksim.

Studi dalam Journal of Investigative Dermatology menunjukkan bahwa mencuci dengan sabun dapat meningkatkan pH kulit hingga 3 unit pH.Selanjutnya, naiknya pH ini dapat mengiritasi dan menipiskan lapisan luar pelindung kulit yang di kenal sebagai stratum korneum.

2. Minyak kelapa terlalu jenuh

Kita tahu konsumsi lemak jenuh tak baik untuk tubuh. Tak hanya itu, ia juga bisa berdampak negatif jika di oleskan pada kulit. Ternyata, dilansir Examine, kandungan lemak jenuh dalam minyak kelapa mencapai 90 persen. Jika di oleskan ke kulit, minyak tersebut dapat memperparah kondisi kulit sensitif, seperti dermatitis perioral.

Selain itu, minyak kelapa memiliki molekul besar dan sulit di serap. Artinya, ia akan tetap berada di atas kulit dan dapat menyebabkan penyumbatan. Ini menjadi masalah karena artinya minyak kelapa membuat kulit tidak bisa bernapas atau melakukan detoksifikasi.

3. Minyak kelapa mengganggu keseimbangan mikrobioma kulit

Mikrobioma kulit berperan dalam membantu menjaga kulit tetap sehat dan melindungi kulit dari dunia luar. Sayangnya, penggunaan minyak kelapa berpotensi membunuh mereka. Studi dalam International Journal of Molecular Sciences menyatakan bahwa larutan yang mengandung paling tidak 5 persen minyak kelapa dapat mematikan beberapa jenis bakteri.

Salah satu antimikroba yang ada pada minyak kelapa adalah suatu asam lemak yang di sebut monolaurin. Zat ini dapat membunuh bakteri dengan menghancurkan membran luarnya. Meskipun antimikroba alami dapat mengatasi kondisi tertentu, namun ia juga dapat mengganggu keseimbangan mikrobioma kulit yang dapat memengaruhi sistem kekebalan dan fungsi penghalang, meningkatkan peradangan, dan menyebabkan disbiosis.

4. Dapat menyebabkan jerawat

Minyak kelapa bisa memicu breakout, utamanya pada individu dengan jenis kulit yang berminyak. Di lansir laman Style Craze, asam laurat yang ada di dalam minyak kelapa dapat membantu mengobati jerawat, Akan tetapi, jika berlebihan, justru dapat memicu timbulnya jerawat. Cara terbaik yang dapat kamu lakukan adalah menggunakan minyak kelapa sebagai pelarut. Gunakan minyak esensial ramah kulit lainnya yang di campur dengan minyak kelapa untuk meredakan jerawat.

5. Memperparah ketombe

Kadang, minyak kelapa juga di gunakan sebagai perawatan rambut. Namun, di jelaskan dalam laman Into The Gloss, sebaiknya kamu tidak mengaplikasikan minyak kelapa pada kulit kepala, utamanya jika kamu memiliki masalah ketombe. Salah satu pemicu ketombe adalah kulit kepala yang berminyak.

Menggunakan minyak kelapa di kulit kepala tentu dapat membuat kepala makin berminyak. Masalah ini akan semakin buruk jika kamu tak menjaga kebersihan rambut. Selain itu, banyak orang yang memiliki ketombe juga memiliki dermatitis seboroik sebagai penyebab utamanya. Mengoleskan minyak kelapa dapat memperparah iritasi pada kulit kepala karena dapat membuat dermatitis seboroik semakin berminyak.

Kendati beberapa produk kecantikan menggunakan minyak kelapa sebagai salah satu komponennya, bukan berarti kamu bisa menggunakannya secara sembarangan. Gunakanlah dengan hati-hati atau justru hindari aplikasi minyak kelapa pada kulit dan cari perawatan lain yang lebih aman dan menjanjikan.