7 Hutan Tertua di Dunia Ini Bisa Jadi Tujuan Wisata Alam Lho

7 Hutan Tertua di Dunia Ini Bisa Jadi Tujuan Wisata Alam Lho

Ingin Menjelajah Hutan? Cobalah Taman Negara Malaysia

7 Hutan Tertua di Dunia Ini Bisa Jadi Tujuan Wisata Alam Lho – Hutan merupakan suatu kawasan yang di tumbuhi dengan lebat oleh pepohonan dan tumbuhan lainnya. Kawasan-kawasan semacam ini terdapat di wilayah-wilayah yang luas di dunia dan berfungsi sebagai penampung karbon dioksida, menjadi habitat hewan, modulator arus hidrologika, serta pelestari tanah dan juga merupakan salah satu aspek biosfer Bumi yang paling penting. Hutan adalah bentuk kehidupan yang tersebar di seluruh dunia. Kita dapat menemukan hutan baik di daerah tropis maupun daerah beriklim dingin, di dataran rendah maupun di pegunungan, di pulau kecil maupun di benua besar.

Hutan merupakan suatu kumpulan tumbuhan dan juga tanaman, terutama pepohonan atau tumbuhan berkayu lain, yang menempati daerah yang cukup luas. Dalam perkembangan manusia dan dunia, hutan semakin tergerus karena adanya penebangan illegal, pembakaran hutan, dan lain-lain. Hal ini tentunya membuat para satwa kebingungan untuk mencari tempat tinggal dan kadar oksigen yang ada di bumi berkurang. Meskipun begitu, Tampaknya manusia masih berbaik hati menyisakan beberapa hutan. Hutan merupakan alam yang menakjubkan. Hutan menjanjikan banyak hal yang memukau.

Selain penghasil oksigen, hutan juga menawarkan keindahan belantara yang alami dan patut untuk di jadikan sebagai daftar destinasi wisata untuk kamu yang suka traveling dan petualangan. Hutan banyak yang terbentuk secara alami sejak zaman dahulu. Hutan-hutan tersebut yang masih banyak terawat dengan baik sehingga dapat menjadi tempat yang menantang untuk dikunjungi dan melihat keanekaragaman hayati yang masih alami. Berikut ini adalah daftar tujuh hutan yang di ketahui tertua di dunia, salah satunya ada di Indonesia.

1. Hutan Kakamega di Kenya
7 Hutan Tertua di Dunia yang Bisa Masuk Daftar Destinasi Wisata

Kenya memiliki hutan tropis yang disebut sebagai salah satu hutan tertua di dunia. Namanya adalah hutan Kakamega. Menurut Bushtrucker, hutan ini mulai terbentuk sejak zaman Pleistosen atau sekitar 15.000 tahun yang lalu. Semakin berubahnya iklim yang lebih kering, meningkatnya populasi manusia yang mengambil hasil hutan, luas Kakamega dari waktu ke waktu semakin menyusut. Saat ini hutan Kakamega memiliki luas sekitar 240 kilometer persegi. Menurut UNESCO, hutan Kakamega memiliki presentasi avifauna yang unik dengan 16 spesies burung yang hanya ditemukan di Kenya. Hutan juga memiliki keragaman hayati yang kaya, terdiri dari banyak jenis pohon dan satwa liar. Hutan juga sudah masuk dalam Cagar Alam Nasional Kenya. Kakamega telah menjadi salah satu tujuan destinasi wisata di Kenya. Untuk mencapai hutan tua ini, butuh perjalanan darat selama sekitar 6-8 jam dari ibukota Nairobi. Operator perjalanan akan memberikan fasilitas sopir dan kendaraan 4×4 untuk menaklukkan jalan yang bervariasi dan membawa kamu melihat kekayaan dan keindahan belantara Kakamega.

2. Taman Nasional Reunion
7 Hutan Tertua di Dunia yang Bisa Masuk Daftar Destinasi Wisata

Hutan tertua di dunia selanjutnya adalah di Taman Nasional La Reunion. Taman Nasional ini adalah sebuah pulau yang berada di Samudra Hindia, yang berada di sebelah timur Madagaskar. Wilayah ini adalah wilayah koloni Prancis yang menawarkan pemandangan menakjubkan belantara alami berusia jutaan tahun. Melansir dari situs resminya, pulau La Reunion adalah sebuah pulau yang muncul menembus permukaan laut dari aktivitas vulkanik, tiga juta tahun yang lalu. Kontur geografisnya terdiri dari gunung-gunung dengan celah dan bekas kaldera yang indah, serta hutan alami yang indah. Taman Nasional La Reunion ini memiliki luas sekitar 2.500 kilometer persegi.  Di dalamnya terdapat beragam destinasi wisata seperti gunung berapi yang mudah diakses, pantai yang indah dan hutan yang alami serta air terjun yang bera. Banyak satwa endemik liar yang berada di hutan dan hampir punah, di antaranya adalah Reunion cuckooshrike, kupu-kupu Salamis augustina, dan tokek Pulau Reunion.

3. Hutan Campuran Hyrcanian, Azerbaijan, dan Iran
7 Hutan Tertua di Dunia yang Bisa Masuk Daftar Destinasi Wisata

Salah satu hutan tertua di dunia selanjutnya adalah hutan yang berada di wilayah Iran dan Azerbaijan. Hutan ini disebut The Caspian Hyrcanian Mixed Forests, atau Hutan Campuran Hyrcanian Kaspia yang terbentuk sejal sekitar 40 juta tahun yang lalu. Hutan Hycanian adalah hutan pegunungan yang rimbun. Hutan itu dianggap sebagai ibu dari hutan Eropa oleh One Earth. Hutan tersebut adalah surga bagi spesies langka dan terancam punah seperti serigala, beruang coklat, serigala emas, rusa merah, dan macan tutul Persia yang sulit ditangkap. Wilayah hutan membentang di sebelah barat laut Iran, tepatnya di provinsi Golestan dan di bagian tenggara Azerbaijan. Pohon-pohon besar, tinggi dan berwarna-warni menghadirkan pemandangan alami yang menentramkan mata. Kamu yang merencanakan petualangan menakjubkan di daerah Eurasia, bisa memasukkan daftar hutan Hyrcanian ini sebagai salah satu destinasi.

4. Hutan Amazon
7 Hutan Tertua di Dunia yang Bisa Masuk Daftar Destinasi Wisata

Hutan Amazon terletak di delapan negara di Amerika Latin, yang sebagian besar wilayahnya berada di Brasil. Ini adalah salah satu hutan tertua di dunia. Hutan ini diperkirakan terbentuk sejak 55 juta tahun yang lalu. Hutan Amazon adalah hutan tropis terluas di dunia, yang memiliki peran penting bagi penghasil oksigen utama di bumi sehingga disebut juga sebagai ‘paru-paru bumi’. Pohonnya yang banyak dan tinggi membuat kanopi pohon yang tebal. Oleh lamanThe Sun, hanya sedikit cahaya yang benar-benar mampu menembus kanopi hutan tersebut. Kerapatan daun pohon yang jadi atap hutan, membuat air hujan butuh 10 menit untuk mencapai bawahnya. Sepuluh persen dari keanekaragaman hayati di dunia dapat ditemukan di Amazon. Selain itu, hutan ini luasnya sekitar 2 juta kilometer persegi, yang dihuni oleh sekitar 30 juta orang. Hutan ini bermanfaat bagi banyak warga negara yang memiliki bagiannya.

5. Taman Negara, Malaysia
7 Hutan Tertua di Dunia yang Bisa Masuk Daftar Destinasi Wisata

Sebagai negara yang berada di daerah tropis, Malaysia juga memiliki bentang hutan yang luas. Salah satu hutan yang disebut tertua di dunia adalah hutan Taman Negara. Menurut National Geographic, usia hutan tersebut diperkirakan sekitar 130 juta tahun. Hutan Taman Negara atau biasa disebut sebagai taman nasional luasnya membentang sekitar 4.343 kilometer persegi dan mencakup tiga wilayah yakni Pahang, Terengganu dan Kelantan. Belantara yang luas tersebut menawarkan pertunjukan yang eksotis bagi petualang yang ingin memburu pemandangan alami. Beberapa binatang langka juga hidup di dalam hutan Taman Negara seperti harimau Malaya, gajah Asia, merak Melayu, kera pemakan kepiting dan berbagai fauna unik lain seperti kantong semar pemakan serangga serta bunga rafflesia. Kawasan ini memiliki sebuah gunung yang bernama Gunung Tahan dan menjadi titik tertinggi di semenanjung Malaysia, dengan ketinggian mencapai 2.187 meter di atas permukaan laut. Di dalam hutan juga masih ada suku nomaden yang disebut suku Batek. Mereka masih hidup dengan cara mengumpulkan dan berburu, serta hidup berpindah-pindah. Hutan Taman Negara jadi salah satu tujuan destinasi ekowisata yang cukup terkenal di Malaysia.

6. Hutan Kalimantan
7 Hutan Tertua di Dunia yang Bisa Masuk Daftar Destinasi Wisata

Destinasi hutan tertua selanjutnya adalah dalam negeri yakni hutan dataran rendah Kalimantan. Hutan ini disebut terbentuk lebih dari 130 juta tahun yang lalu dan awalnya menutupi seluruh pulau Kalimantan yang dimiliki tiga negara, yakni Malaysia, Brunei Darussalam dan Indonesia. Wilayah hutan Kalimantan yang paling luas dimiliki oleh Indonesia. Hutan ini adalah surganya fauna endemik orangutan, gajah pigmy, macan tutul Sunda dan pernah menjadi salah satu tempat bagi Alfred Russel Wallace, seorang botani, yang dijadikan penelitian untuk menentukan garis Wallacea, sebuah garis yang memisahkan zona perbedaan flora dan fauna.

Keanekaragaman hayati hutan Kalimantan mampu bersaing dengan hutan Amazon dan Afrika. Lebih dari 15.000 spesies tumbuhan diketahui hidup di hutan tersebut dan lebih dari 155 fauna endemik Kalimantan tinggal. Hutan Kalimantan juga masih di tinggali oleh beberapa suku tradisional, yang masih memiliki tradisi berburu. Hutan ini bisa menjadi salah satu destinasi wisata bagi kamu yang hobi dengan petualangan dan ingin menikmati belantara alami, dengan berbagai jenis anggrek liar yang cantik dan beragam, yang masih bisa di temukan di dalamnya.

7. Hutan Daintree, Australia
7 Hutan Tertua di Dunia yang Bisa Masuk Daftar Destinasi Wisata

Terakhir daftar hutan tertua di dunia adalah hutan Daintree di Ausralia. Hutan ini terletak di ilayah di pantai timur laut dari Queensland, Australia. Luasnya sekitar 1.200 kilometer persegi dan menjadi hutan hujan tropis terbesar di Australia. Hutan Daintree telah menjadi salah satu warisan Dunia, yang usianya diperkirakan mencapai 180 juta tahun. Hutan ini kaya akan tumbuhan paku purba yang indah, kanopi pohon yang lebat, dan dikelola dengan baik. Kamu yang ingin menjelajahi hutan, dapat berpetualang sepanjang siang hari dengan pemandu yang membawa kendaraan 4X4, ikut bus wisata atau menyewa kendaraan sendiri untuk berpetualang menikmati keindahan belantara yang alami.

Hutan Daintree diberi nama menurut seorang ahli geologi dan fotografer bernama Richard Daintree. Hutan ini berisi 30 persen spesies katak, reptil dan hewan berkantung Australia. Ada 90 persen kelelawar dan kupu-kupu Australia, serta 7 persen spesies burung di Australia dapat ditemukan di hutan tersebut. Lebih dari 12.000 spesies serangga juga tinggal di dalam hutan, menambah kekayaan keanekaragaman hayati hutan. Hutan telah dikelola secara profesional, dengan beberapa layanan yang bagus dan juga memiliki tempat untuk berkemah.

Itulah tujuh daftar hutan tertua di dunia yang bisa dijadikan sebagai tujuan destinasi wisata bagi kamu yang memiliki hasrat tinggi bertualang di tengah belantara. Pastikan semua persiapan terpenuhi jika ingin bertualang di tempat-tempat tersebut karena jelas butuh kekuatan fisik yang ekstra untuk menjelajahi tiap hutan yang luas dengan keindahan flora dan fauna alaminya.