Mengenal Gejala Penyakit Giardiasis yang Harus Kamu Waspadai

Mengenal Gejala Penyakit Giardiasis yang Harus Kamu Waspadai

Giardiasis: síntomas y tratamiento - InfovisionRD.com -

Mengenal Gejala Penyakit Giardiasis yang Harus Kamu Waspadai – Giardiasis merupakan Infeksi usus yang disebabkan oleh parasit giardia. Menyebar melalui makanan atau air yang terkontaminasi, atau kontak antarmanusia. Kondisi ini paling umum terjadi di daerah dengan sanitasi yang buruk dan air yang tidak aman.

Gejalanya antara lain bergantian antara diare encer dengan tinja berminyak. Kelelahan, kram, dan sendawa juga dapat terjadi. Beberapa orang tidak menunjukkan gejala. Kebanyakan kasus akan sembuh sendiri dalam beberapa minggu. Kasus yang parah di obati dengan antibiotik.

Lantas, apakah ini merupakan penyakit berbahaya? Apa saja gejala dan penyebabnya yang perlu diketahui? Bagaimana penularannya? Yuk, langsung simak pembahasannya berikut ini!

 1.  Apa itu giardiasis?

Giardia lambliaGiardia duodenalis, atau bisa di sebut Giardia, adalah parasit yang umum di temukan di seluruh dunia. Orang-orang yang tinggal di negara berkembang paling berisiko terinfeksi Giardia. Infeksi biasanya di tularkan lewat air minum yang telah terkontaminasi parasit, lalu menyebabkan giardiasis. Jadi, giardiasis adalah infeksi yang di sebabkan oleh parasit Giardia. Setelah seseorang berkontak dengan parasit tersebut, parasit akan tinggal di usus dan kemudian memunculkan berbagai gejala.

Giardiasis lebih umum ditemukan pada area dengan sanitasi yang tidak memadai. Di negara-negara berkembang, giardiasis bisa memengaruhi 20-30 persen populasi pada satu waktu. Di beberapa tempat, penyakit ini bahkan bisa sampai memengaruhi 100 persen penduduk.

2.  Tanda dan gejala giardiasis
Giardiasis biasanya menyebabkan gejala pencernaan, seperti diare atau kram perut. Gejala bisa menyebabkan iritasi ringan atau parah. Beberapa orang tidak memiliki gejala.

Gejala bisa muncul antara 1 hingga 3 minggu setelah infeksi. Tanda dan gejala giardiasis meliputi:

  • Diare (tinja berair atau berminyak)
  • Kelelahan (merasa sangat lelah untuk waktu yang lama)
  • Ketidaknyamanan di perut atau mual
  • Kram perut
  • Perut kembung atau bergas
  • Dehidrasi, yang dapat menyebabkan penurunan berat badan
3. Penyebab giardiasis

Terdapat dua jenis Giardia. Bentuk yang aktif ada di usus orang atau hewan yang terinfeksi. Sementara itu, bentuk kista yang tidak aktif dapat tetap tidak aktif (dorman) di lingkungan selama beberapa bulan. Parasit bisa meninggalkan tubuh inangnya saat seseorang atau hewan buang air besar. Di luar, parasit akan membentuk cangkang pelindung keras dan menjadi kista Giardia. Kista dapat bertahan selama beberapa bulan.

Embusan angin bisa mengambil kista dari kotoran yang terkontaminasi di lahan pertanian dan meniupnya ke segala arah. Infeksi biasanya menyebar ketika orang yang meminum air yang terkontaminasi tinja yang terinfeksi, terutama di daerah dengan sanitasi yang buruk.

4. Faktor risiko giardiasis

Walaupun siapa pun bisa terkena giardiasis, tetapi ada beberapa orang yang lebih mungkin terpapar parasit penyebabnya, yaitu:

  • Orang tua dan pekerja penitipan anak yang mengganti popok
  • Anak-anak di pusat penitipan anak
  • Orang yang tinggal serumah dengan penderita giardiasis
  • Orang-orang yang minum air atau menggunakan es batu yang terbuat dari air yang tidak di olah
  • Backpacker, pendaki gunung, atau orang-orang yang berkemah yang minum air yang tidak aman atau tidak mempraktikkan kebersihan yang baik (misalnya tidak mencuci tangan dengan benar)
  • Wisatawan internasional
  • Orang yang melakukan seks anal
5. Diagnosis giardiasis

Diagnosis bisa di tegakkan lewat pemeriksaan sampel tinja, untuk mengecek apakah ada parasit terkait di sana. Pemeriksaan sampel mungkin tetap di lakukan selama perawatan. Dokter juga mungkin akan melakukan enteroskopi, prosedur medis dengan cara memasukkan selang fleksibel ke tenggorokan dan ke dalam usus kecil. Prosedur ini akan memungkinkan dokter untuk memeriksa saluran pencernaan dan mengambil sampel jaringan.

6. Pengobatan giardiasis

Giardiasis bisa sembuh sendiri. Dokter mungkin akan meresepkan obat-obatan bila infeksinya parah atau berkepanjangan. Kebanyakan dokter akan merekomendasikan pengobatan dengan obat antiparasit, daripada membiarkannya sembuh sendiri.

Antibiotik tertentu bisa di gunakan untuk mengobati giardiasis, seperti:

  • Metronidazole: antibiotik yang perlu di minum selama 5-7 hari. Ini dapat menyebabkan mual dan meninggalkan rasa logam di mulut
  • Tinidazole: sama efektifnya dengan metronidazole, dan sering mengobati giardiasis dalam dosis tunggal
  • Nitazoxanide: pilihan populer untuk anak-anak karena tersedia dalam bentuk cair dan hanya perlu diminum selama tiga hari
  • Paromomisin: kemungkinannya lebih rendah untuk menyebabkan cacat lahir di bandingkan antibiotik lain, meskipun ibu hamil harus menunggu sampai setelah melahirkan sebelum minum obat apa pun untuk giardiasis. Obat ini di berikan dalam tiga dosis selama 5-10 hari

Giardiasis dapat menyebabkan komplikasi seperti penurunan berat badan dan dehidrasi akibat diare. Infeksi juga dapat menyebabkan intoleransi laktosa pada beberapa orang. Anak di bawah usia 5 tahun yang menderita giardiasis berisiko mengalami malnutrisi, yang dapat mengganggu perkembangan fisik dan mentalnya.

Itulah fakta seputar giardiasis. Lakukan pencegahan dengan mencuci tangan (setelah menggunakan kamar mandi, mengganti popok anak, dan sebelum makan atau mengolah makanan). Minum minuman kebersihan yang terjamin seperti air minum kemasan (hindari minum air dari sungai atau danau, atau merebus air sebelum meminumnya). Jaga kebersihan makanan (jangan makan makanan mentah dan jangan mencucinya di sumber air yang terkontaminasi), serta menyikat gigi dengan air yang bersih.